Elektrojoss

February 22, 2008

Krisis Listrik Ancam Jawa-Bali

Filed under: News — elektrojoss @ 5:01 am

MERAK – Pasokan listrik ke Jawa-Bali terancam mengalami krisis, menyusul tersendatnya pasokan batubara ke tiga PLTU di Pulau Jawa. Kondisi ini semakin parah karena PLTU Suralaya, Merak, hanya mengoperasikan 5 dari 7 unit pembangkit yang dimiliki.

Menurut Deputi Manajer Bidang Umum PT Indonesia Power Unit Bisnis PLTU Suralaya Ridwan Suwarno, Kamis (21/2), ancaman krisis listrik dipicu oleh kondisi tiga pembangkit listrik yang mengalami kekurangan pasokan batubara. Yakni PLTU Paiton (Jawa Timur), PLTU Cilacap (Jawa Tengah), dan PLTU Tanjung Jati Jepara (Jawa Tengah).
Minimnya pasokan batubara dari Sumatera dan Kalimantan tersebut akibat kapal tongkang yang mengangkut batubara sulit bersandar di dermaga akibat cuaca buruk. Selain itu, cuaca buruk yang melanda perairan Indonesia juga mengakibatkan perjalanan tongkang pengangkut batubara mengalami keterlambatan.
Pengiriman batubara yang biasanya dilakukan dalam enam, menjadi dua minggu karena cuaca buruk. “Akibatnya, persediaan batubara mereka (tiga PLTU, red) dalam kondisi kritis, sehingga pasokan listrik untuk Jawa Bali terganggu. Saat ini PLTU Suralaya menjadi penopang pemasok listrik Jawa-Bali tersebut,” jelas Ridwan.
Namun, saat ini dua unit pembangkit di PLTU Suralaya, yakni pembangkit unit satu dan pembangkit unit tujuh, sedang menjalani perawatan rutin (overhaul), sehingga pasokan listrik pun menjadi berkurang.
Pada kondisi normal (7 pembangkit aktif), pasokan listrik bisa mencapai 3.400 mega watt (MW), namun karena 2 pembangkit dalam perawatan, pasokan listrik hanya bisa 2.400 MW saja. “Rencananya perawatan ini akan selesai pada bulan Maret. Namun karena terjadi krisis listrik Jawa-Bali, proses perawatan rutin akan kami percepat hingga akhir Februari,” ungkapnya.
Terkait dengan persediaan batubara di PLTU Suralaya, Ridwan menjelaskan, hingga Kamis (21/2), persediaan batubara tinggal menyisakan 650 ribu ton, yang bisa memenuhi kebutuhan selama 21 hari ke depan. Per harinya, PLTU Suralaya membutuhkan 30 ribu ton batubara.
Meski demikian, Ridwan menjamin, pasokan listrik Jawa Bali akan tetap aman. Sebab PLTU Suralaya akan memperpanjang waktu persediaan batubara menjadi 30 hari. “Dalam waktu dekat ini kami akan mendapatkan pasokan batubara sebanyak 1,3 juta ton yang pengirimannya bertahap. Pengiriman batubara ini 80 persen menggunakan kapal besar dan 20 persen menggunakan kapal tongkang,” katanya.

TEKAN INDUSTRI
Sementara itu, Humas PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Banten Bambang Susilarto memastikan, untuk sementara ini kondisi pasokan listrik di wilayah Banten (minus Tangerang) dalam kondisi aman. “Banten masih aman, karena kami telah melakukan upaya penghematan,” tandas Bambang, Kamis (21/2).
Bambang menyebutkan, penghematan listrik hingga 60 MW dari beban puncak, sekira 1.000 MW, dilakukan dengan cara meminta kepada para pengelola industri untuk menghemat hingga 30 persen penggunaan listriknya. “Industri di Banten cukup respons dan memahami kondisi saat ini,” ungkapnya.Ia juga meminta kepada pelanggan rumah tangga berhemat dengan menggunakan lampu hemat energi dan menggunakan listrik seperlunya. “Bila dianggap tidak perlu, lampu listrik sebaiknya matikan,” pinta Bambang. (radarbanten).

1 Comment »

  1. kayaknya kita memang serba krisis, jadi ya harus serba hemat.ingat2 ting!

    Comment by ni2 — April 14, 2008 @ 12:52 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: