Elektrojoss

January 9, 2008

Sharing Pengalaman Alumni Elektro

Filed under: Alumni — elektrojoss @ 2:16 am

Tulisan berikut ini dicuplik dari pengalaman dari salahsatu alumni elektro Untirta yang berkecimpung dalam dunia IT yaitu konsultan ERP SAP. Software ERP (Enterprise Resource Planning )saat ini banyak diadopsi dibanyak perusahaan besar seperti IBM, Microsoft, Garuda Indonesia, Krakatau Steel, Industri otomotif, perbankan, Public sector, dan masih banyak lagi. Beliau adalah Yayan Irianto, juga seorang voluntir  dari pakar dibidang ERP dan praktisi ERP yang berkeinginan membantu meningkatkan SDM Indonesia dibidang ERP. Semoga dapat bermanfaat bagi yang membacanya.

Bagi yang baru ‘terjun’ di dunia SAP, mungkin agak mengernyitkan dahi bila mendengar Plant Maintenance module di SAP, Ya benar, SAP PM tidak setenar FICO ataupun MM apalagi CRM, sehingga kenyataannya saat ini SAP PM consultant relative sedikit dibanding consultant untuk module2 lain. Pada saat awal berkarir di dunia SAP saya langsung terjun sebagai PM consultant, waktu itu implementasi SAP di satu pabrik baja di Banten menggunakan SAP R/2. Saya merasakan betapa rumitnya proses maintenance (perawatan) dalam industri. Ada pengalaman tersendiri
bekerja dengan para engineer, system analyst dan para maintenance manager.
Karena background saya dari engineering (teknik elektro), jadi agak membantu juga masalah-masalah teknis. Mulai penghujung 90 an, demand dari PM consultant meningkat akan tetapi resource nya masih kurang, maka sesuai hukum ekonomi, maka ‘rate’ dari SAP PM consultant tinggi sekali, saya sendiri sekaligus dapet 2 tawaran yang bersamaan satu di SAP Sydney satunya di KPMG New
York, sulit pada saat itu menentukan pilihan.
PM adalah bagian dari proses logistik di SAP dan dalam prosesnya erat hubungannya dengan proses MM (Material Management), belajar PM maka otomatis belajar 40% MM termasuk Inventory. Selain itu PM juga berhubungan dengan HR, SD, FICO, QM dan PS (Project) mungkin
masing-masing sekitar 20%, seorang PM Consultant sejati maka akan menguasai paling tidak 20 – 40% pengetahuan di module2 tsb, sehingga kalau kita mau jump jadi consultant utk module lain, tidak lah sukar.
Dalam perkembangan SAP terakhirnya PM Module adalah bagian dari PLM/ALM (Product Lifecycle Management / Asset Lifecycle Management) yang saat ini demand nya cukup tinggi di USA. Contoh client yang menggunakan PM secara besar-besaran adalah: US Navy (NAVSEA command), US Army logistics, American Airlines. Di Indonesia setau saya (koreksi
kalau salah), Krakatau Steel, Amoco Mitsui, Garuda Indonesia, (silahkan ditambah).
Siapa yg pas untuk jadi PM Consultant, menurut saya anda yang berlatar belakang engineering misalnya jurusan Teknik Industri, Mesin, Elektro, teknik Kimia, dll. Karena dalam prosesnya anda akan berhadapan dengan istilah-istilah engineering seperti MTBR (mean time between repair),
MTTR, dll.
Training LO100 yang diselenggarakan oleh Komtek, didesain untuk belajar dari awal proses maintenance dalam Industri modern, lanjutan training ini didesain untuk menjadi ‘master’ dibidang maintenance management khusus menggunakan SAP ERP. Jika anda berlatar belakang
engineering atau mahasiswa jurusan engineering, jangan sia-siakan kesempatan ini. Selain itu anda mendapatkan full akses ke SAP IDES system.

Salam,
kang yayan – SAP PM Senior Consultant

http://www.ERPweaver.com

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: