Elektrojoss

May 29, 2007

Kejati Enggan Ungkap Jaksa Nakal

Filed under: News — elektrojoss @ 1:07 am

SERANG – Kejati Banten masih enggan mengungkap identitas jaksa nakal terkait dengan perbuatan tidak terpuji dan penanganan teknis perkara.

Kejati hanya menginformasikan bahwa para jaksa nakal tersebar di berbagai kejaksaan negeri (Kejari) di wilayah hukum Kejati Banten.
Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Teuku Sahrizal mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki para jaksa nakal sebagaimana diungkap oleh laporan Komisi Kejaksaan beberapa hari lalu. Sahrizal membenarkan bahwa ada lima laporan yang masuk ke Komisi Kejaksaan yang mengungkap jaksa nakal di Banten dalam kurun waktu 2002-2006. “Kalau namanya kami belum bisa sebutkan karena kami masih selidiki. Kalau disebutkan namanya tidak etis mengingat ini masih dugaan,” tukasnya saat ditemui Radar Banten, Senin (28/5).
Sahrizal menambahkan, bila ada masyarakat yang merasa dirugikan oleh perbuatan jaksa bisa melaporkan ke Aswas Kejati. “Setelah menerima laporan itu kami akan menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan apakah laporan itu betul (atau tidak-red),” ujarnya.
Bila laporan benar, Aswas Kejati akan memberikan surat rekomendasi agar perkara ini diajukan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu ke jaksa muda pengawasan (Jamwas) Kejagung. “Kalau sudah sampai di sana (Kejagung-red) akan digelar sidang yang akan menentukan hukuman bagi jaksa nakal,” sambungnya seraya menambahkan bentuk pengawasan terhadap jaksa ada dua jenis yaitu pengawasan melekat dan pengawasan fungsional.
Pengawasan melekat itu pengawasan yang dilakukan oleh atasan kepada bawahan yang disesuaikan dengan struktur jabatan di tiap-tiap Kejati atau Kejari. Sementara pengawasan fungsional dilakukan langsung oleh jaksa pengawas yang terhimpun di aswas,” tambahnya. Selain melapor ke Aswas Kejati, masyarakat yang menjadi korban jaksa nakal juga bisa melapor ke Komisi Kejaksaan.

Di tempat terpisah, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Salman Maryadi yang dihubungi Radar Banten membenarkan pernyataan Sahrizal. “Penanganan mengenai jaksa nakal di-handle langsung oleh Jamwas Kejagung MS Rahardjo,” katanya.

Kata Salman, laporan mengenai jaksa nakal yang dikirimkan ke Jamwas Kejagung hanya kasus pelanggaran berat seperti suap atau gratifikasi yang diterima jaksa. “Kalau memproses kasus pelanggaran yang ringan seperti indisipliner atau salah tulis dalam dakwaan dan surat-surat terkait perkara itu domainnya ada di Kejati masing-masing,” ujarnya.

Menyoal nama-nama jaksa nakal asal Banten, Salman juga belum mau menyebutkan identitasnya. Salman hanya mengatakan, jaksa yang melakukan pelanggaran berat akan diajukan ke majelis kehormatan jaksa (MKJ) yang beranggotakan semua jaksa muda di jajaran Kejagung. MJK diketuai oleh Jamwas yang penunjukannya dilakukan berdasarkan SK dari Kajagung.

Mengenai sanksi terhadap jaksa nakal, Salman mengatakan sesuai dengan PP No 30/1980 mengenai disiplin pegawai negeri sipil (PNS). Sanksi terberatnya adalah pemberhentian secara tidak hormat. “Tapi itu pun dipertimbangkan dari bobot kesalahan. Bila terbukti melakukan pelanggaran berat seperti menerima gratifikasi atau suap pasti akan diberhentikan,” pungkasnya. (dew)

RadarBanten

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: