Elektrojoss

October 9, 2007

Sejarah Geger Cilegon

Filed under: Iptek — elektrojoss @ 3:16 am

Peristiwa perlawanan yang mengesankan pada awal abad 19 adalah
peristiwa Geger Cilegon, yang terjadi pada tanggal 9 Juli 1888.
Peristiwa tersebut dipimpin oleh para alim ulama. Diantaranya
adalah : Haji Abdul karim, Haji Tubagus Ismail, Haji Marjuki, dan
Haji Wasid. Sepulangnya Haji Abdul Karim dari Makkah, beliau banyak
mengajarkan tarekat di kampungnya, Lempuyang. Selain itu beliau juga
menanamkan nasionalisme kepada para pemuda untuk melawan para
penjajah yang kafir.

Sementara itu KH. Wasid yang pernah belajar pada Syekh Nawawi Al
Bantani mengajarkan ilmunya di pesantrenya di Beji-Bojonegara.
Bersama teman seperjuangannya yakni : Haji Abdurrahman, Haji Akib,
Haji Haris, Haji Arsyad Thawil, Haji Arsyad Qashir dan Haji Ismail,
mereka menyebarkan pokok-pokok ajaran Islam ke masyarakat. Pada saat
itu Banten sedang dihadapi bencana besar. Setelah meletusnya Gunung
Karakatau pada tahun 1883 yang merenggut 20.000 jiwa lebih, disusul
dengan berjangkitnya wabah penyakit hewan (1885) pada saat itu
masyarakat banyak yang percaya pada tahayul dan perdukunan. Di desa
Lebak Kelapa terdapat satu pohon besar yang sangat dipercaya oleh
masyarakat memiliki keramat. Berkali-kali H. Wasid memperingati
masyarakat. Namun bagi masyarakat yang tidak mengerti agama, fatwanya
itu tidak diindahkan. H. Wasid tidak dapat membiarkan kemusrikan
berada didepan matanya. Bersama beberapa muridnya, beliau menebang
pohon besar tersebut. Kejadian inilah yang menyebabkan beliau dibawa
ke pengadilan (18 Nopember 1887), beliau didenda 7,50 gulden. Hukuman
tersebut menyinggung rasa keagamaan dan harga diri murid-murid dan
para pendukungnya. Selain itu, penyebab terjadinya peristiwa
berdarah, Geger Cilegon adalah dihancurkannya menara langgar di desa
Jombang Wetan atas perintah Asisten Residen Goebel. Goebel menganggap
menara tersebut mengganggu ketenangan masyarakat, karena kerasnya
suara. Selain itu Goebel juga melarang Shalawat, Tarhim dan Adzan
dilakukan dengan suara yang keras. Kelakuan kompeni yang keterlaluan
membuat rakyat melakukan pemberontakan.

Pada tanggal 7 Juli 1888, diadakan pertemuan di rumahnya Haji Akhia
di Jombang Wetan. Pertemuan tersebut untuk mematangkan rencana
pemberontakan. Pada pertemuan tersebut hadir beberapa ulama dari
berbagai daerah. Diantaranya adalah : Haji Said (Jaha), Haji Sapiudin
(Leuwibeureum), Haji Madani (Ciora), Haji Halim (Cibeber),

Haji Mahmud (Terate Udik), Haji Iskak (Saneja), Haji Muhammad Arsad

(Penghulu Kepala di Serang) dan Haji Tb Kusen (Penghulu Cilegon).
Pada hari Senin tanggal 9 Juli 1888 diadakan serangan umum. Dengan
memekikan Takbir para ulama dan murid-muridnya menyerbu beberapa
tempat yang ada di Cilegon. Pada peristiwa tersebut Henri Francois
Dumas – juru tulis Kantor Asisten residen – dibunuh oleh Haji Tubagus
Ismail. Demikian pula Raden Purwadiningrat, Johan Hendrik Hubert
Gubbels, Mas Kramadireja dan Ulrich Bachet, mereka adalah orang-orang
yang tidak disenangi oleh masyarakat.Cilegon dapat dikuasi oleh para
pejuang “Geger Cilegon”. Tak lama kemudian datang 40 orang serdadu
kompeni yang dipimpin oleh Bartlemy. Terjadi pertempuran hebat antara
para pejuang dengan serdadu kompeni. hingga akhirnya pemberontakan
tersebut dapat dipatahkan. Haji Wasid dihukum gantung. Sedangkan yang
lainnya dihukum buang. Diantaranya adalah Haji Abdurrahman dan Haji
Akib dibuang ke Banda. Haji Haris ke Bukittinggi Haji Arsyad thawil
ke Gorontalo, Haji Arsyad Qashir ke Buton, Haji Ismail ke flores,
selainnya dibuang ke Tondano, Ternate, Kupang, Manado, Ambon dan lain-
lain. (Semua pemimpin yang dibuang berjumlah 94 orang).

Walaupun pemberontakkan itu dapat dimentahkan oleh Belanda, namun
yang terpenting bahwa saat itu membuktikan bahwa “RAKYAT BANTEN ANTI
PENJAJAHAN”.

http://qizinklaziva.wordpress.com/

20 Comments »

  1. So proud to be Cilegonese…
    ^_^

    Comment by Anak Cilegon — November 4, 2007 @ 9:09 pm | Reply

  2. allahu kabar ane sebagau anak cilegon merasa tergugah dengan perjuangan para mujahid cilegon yang tidak menerima negeri ini di jajah……

    Comment by azzam — February 6, 2008 @ 2:35 am | Reply

  3. Ceritanya..kurang lengkap,tolong buatkan cerita sejarah tentang dari pertama di adakan banten,
    oh..ia katanya mau ada flimnya geger cilegon,knapa hingga saat ini filmnya belum bredar.??????????
    berikan susunan sultan-sultan Banten yach……

    Comment by YADI — March 24, 2008 @ 11:40 am | Reply

  4. Mas Yadi..(Ini Yadi Sembako bukan ya??) sebaiknya tanggapannya jangan seperti itu donk..
    kesannya tidak menghargai penulisnya, plus…itu mo meng-appreciate apa mo ngetes??

    Comment by Abu Dinar — April 2, 2008 @ 6:16 am | Reply

  5. Allahu akbar…..kekafiran jangan sampai melanda cilegon
    Para syuhada,,,moga kalian sllu berad di sisiNYA.

    NB: lamun bangkit enggo babasan cilegon

    Comment by wong jombang wetan — April 7, 2008 @ 4:39 am | Reply

  6. Hallo….Assalamu’alaikum…bisa tukar link?

    Comment by Milis AC — May 13, 2008 @ 3:29 am | Reply

  7. salam kenal saja ahhh!!!11

    Comment by qizinklaziva — July 31, 2008 @ 8:54 am | Reply

  8. saya akan meneruskan perjuangan beliau

    Comment by Andika Fairuz Galih — November 3, 2008 @ 8:22 pm | Reply

  9. Allahu akbar…..kekafiran jangan sampai melanda cilegon
    Para syuhada,,,moga kalian sllu berad di sisiNYA.

    NB: lamun bangkit enggo babasan cilegon

    Comment by wong rokal kebun— 1 juni 2009

    Comment by M. Harsono — June 1, 2009 @ 4:17 pm | Reply

  10. terusaken perjuangane para pahlawan kite sing gagah berani hidup cilegon makin maju makin berkembang baik ning bidang pendidikan industri ayo kite berdo’a bareng-bareng aje kelalen hari jadi kota cilegon 27 april

    Comment by M. Harsono — June 1, 2009 @ 4:21 pm | Reply

  11. Allahuakbar…sebagai wong cilegon asli…salut sing nulis sejarah geger cilegon…genah para pejuang cilegon semoge amal ibadahe diterime ning sisi Allah SWT dan manjing surge Amin…!!!

    Comment by herielholic — March 27, 2010 @ 11:59 am | Reply

  12. Bangsa yang besar, adalah bangsa yang ingat akan Sejarah dan Agamanya.
    Hal seperti ini harus kita perhatikan lebih, mengingat maju’y perkembangan zaman yang menggeser nilai-nilai moral sejarah & kebudayaan… Mengapa, tidak pernah ada peringatan untuk hari bersejarah di kota cilegon??? Kalaupun ada, kami mengharapkan bukan hanya sekedar peringatan yang sifatnya komersil ataupun hal lainnya, tapi kami harapkan lebih kepada nilai-nilai yang telah di perjuangkan oleh para pahlawan kita dan pastinya perlu kita rawat dan kita jaga… Allahu Akbar…

    Comment by hibiki emre — June 1, 2010 @ 10:18 am | Reply

  13. untuk pahlawan yg tlah gu2r aq doakn spaya di tmpatkan di sisi’a
    dan bwt cilgon trcinta
    i will always love you to cilegon

    Comment by lpie — June 7, 2010 @ 10:39 am | Reply

  14. subhanallah perjuangan yang amat sangat sulit tentu nya,,
    para pejuang yang rela mengorban kan jiwa nya hingga ia harus menyerah kan nyawa nya,,,dan iya telah berjihad fi sabillah
    kule bangga jados wong cilegon……..
    semoga para pejuang kita di terima di sisi allah swt

    Comment by elymustofiyah — December 13, 2010 @ 6:17 am | Reply

  15. salam..
    (sing gampang saos kerehen..) niku dedene kuburan KH Wasid seng wenten neng kampung gudang arep jalan…boten wenten seng ngurusi…

    Comment by zul — February 16, 2011 @ 6:23 pm | Reply

  16. kalau peranan maryarakat MANCAK apa boz, ko ngga d sebut…. he,he

    Comment by faturohman alfatih — March 19, 2011 @ 1:05 pm | Reply

  17. Sy mencari jejak asal muasal buyut sy ternyata ketemu disini beliau adalah H. Haris yg dibuang Belanda ke Bukittinggi,dan di Bukittinggi dikenal sebagai syekh Muhammad Haris Al Bantani.Alhamdulillah mudahan perjuangan beliau merupakan inspirasi bagi kami dan kita semua sebagai umat islam.

    Comment by Yedi Triyatna — June 14, 2011 @ 3:50 pm | Reply

  18. kenapa didaerah2 lain selain menghargai sejarah melalui ingatan jg terlihat dr pengumpulan bekas sejarah jg museum tp qo dcilegon kesan nya cm ky numpang lewat aj n karenanya cilegon seperti msh djajah oleh orng asing,..y ampun kasin penduduk asli cilegon pd bubar ga tau pd kemn bakalan,…cb sh kt sm2 bangun cilegon dr menghargai dulu nilai para pejuang para kiyai n ulama semakin ksini yg smakin menonjol orang cina smua orng kitanya mah tindas-menindas aj kerjaannya,..ampun cilegon.

    Comment by senopati — August 25, 2011 @ 4:27 pm | Reply

  19. waaawwww

    Comment by Yessy — August 14, 2012 @ 4:12 pm | Reply

  20. sejarah bhsnya ko gk ad, knp di banten bhsnya ad dua jawa n sunda, knp gk hrs 1

    Comment by nanda — April 23, 2013 @ 2:16 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Get a free blog at WordPress.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: