Elektrojoss

June 12, 2007

Tiga Faktor Mendasar Penyebab Masih Tingginya Pengangguran di Indonesia

Filed under: News — elektrojoss @ 12:59 am

Serang-RoL– Seorang pengamat tenaga kerja dari Serang Darlaini Nasution SE mengatakan, ada tiga faktor mendasar yang menjadi penyebab masih tingginya tingkat pengangguran di Indonesia, termasuk di provinsi Banten.

Ketiga faktor tersebut adalah, ketidaksesuaian antara hasil yang dicapai antara pendidikan dengan lapangan kerja, ketidakseimbangan demand (permintaan) dan supply (penawaran) dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan masih rendah, kata Darlaini di Serang, Jum’at.
Ia menjelaskan, lapangan pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja umumnya tidak sesuai dengan tingkat pendidikan atau ketrampilan yang dimiliki.

“Umumnya perusahaan atau penyedia lapangan kerja membutuhkan tenaga yang siap pakai, artinya sesuai dengan pendidikan dan ketrampilannya, namun dalam kenyataan tidak banyak tenaga kerja yang siap pakai tersebut. Justru yang banyak adalah tenaga kerja yang tidak sesuai dengan job yang disediakan,” katanya.

Dosen di Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) ini juga mengatakan bahwa pengangguran masih tinggi karena permintaan kerja sangat sedikit dibandingkan tenaga kerja yang tersedia.

Penyebab lain, kata dia, kualitas SDM itu sendiri yang tidak sesuai dengan yang diharapkan di lapangan, antara lain dikarenakan penciptaan SDM oleh perguruan tinggi yang belum memadai, atau belum mencapai standar yang ditetapkan.

Menurut dia, SDM yang tidak memadai ini bisa disebabkan kurikulum perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan industri, dan juga anggaran yang disediakan pemerintah untuk sektor pendidikan yang masih rendah sehingga yang dihasilkanpun tidak mencapai ‘buah’ yang maksimal.

Mensiasati untuk meminimalisasikan pengangguran di Indonesia, Pembantu Dekan I di Fakultas Ekonomi Untirta ini mengatakan, para pendidik di perguruan tinggi jangan lagi berorientasi pada penciptaan tenaga kerja, tetapi harus diarahkan penciptaan terhadap lapangan kerja atau kewirausahawan.

Di Untirta, kata Darlaini, telah dibentuk ‘Enterprenuer University’ atau Universitas kewirausahawan, sebagai antisipasi untuk membawa mahasiswa yang tidak lagi berorientasi pada mencari kerja, tetapi diarahkan untuk dapat menjadi pencipta usaha.

“Kita berharap mahasiswa tersebut jika telah lulus dapat mandiri dengan membuka usaha sendiri sesuai dengan ilmu yang diperolehnya. Bukan lagi tamatan universitas pencari kerja, tetapi pencipta kerja,” kata Darlaini seraya menambahkan walaupun tidak mudah karena butuh modal dan keberanian mengambil resiko, tetapi cara tersebut diperlukan dalam masa sulit mencari kerja seperti saat ini. antara/abi

About these ads

16 Comments »

  1. je kuen weruh!
    jere kite mah sekolaan ato napi lembaga pendidikan siki mah dianaaken(didirikan) orientasi ne materi bae.
    buat yang belum kerja sabar aja, akan ada jalan buat yang mau berusaha.

    Comment by mahmud — June 13, 2007 @ 3:08 pm | Reply

  2. Dirikan centre pencari kerja, di cilegon banyak sekali perusahaan,
    perusahaan yang mencari pelamar, pertama kali datang ke centre tersebut dan centre tersebut mengajukan para member-nya sesuai dengan permintaan.

    Comment by Wonk banten — June 23, 2007 @ 7:48 am | Reply

  3. wiiiiiiiii apane

    Comment by wong Banten maning — June 28, 2007 @ 12:39 pm | Reply

  4. wiiiii…………..!!!!!!!!
    skien gelati pegawean guatine lue.
    bener kuh sing diOmongi dosen kite, antara suply and demand ore seimbang. ane pegawean siji sing ngelamar sewu. diBanten meh dedengkot pemerintahane ore bise ngundang investor teke ning Banten. jerehe Wedi. lamun investor pading nanemaken modale ning banten, lapangan pegawean pasti wakeh. wis lah kuen mah tugas dedengkot. rakyat bise melongo doang.
    jere kite meh, lamun arep sugih apik gawe karo wong. ampe jenggotan moal bakal ampe bise mencapai financial freedom. contoh kuh mamang kite Bill gates. wong kuen diDO sing harvad university. lah sekien malah dadi bos sing due ijasah.
    wis lah entpreneur bae lah. ubah prinsip jege. lamun jere Robert T kiyosaki ning bukune the cash flow quadran, wong miskin prinsipe megawe gona picis, lamun wong sugih prinsipe picis megawe gona deweke.
    wis lah apik ngandelakan wong. andelaken dewek bae.
    Bravo UNTIRTA Entrepenur University………….!!!!
    V-A Manajemen

    Comment by harbi — December 24, 2007 @ 3:41 am | Reply

  5. wis lah rakyat mah dukung para dedengkot pemerintahan bae. sebaik/sejelek ape bae mreka tetep pemimpin yg harus kita hormati.
    hehehe langke hubungane karo topik ye.
    wiiiiiii jege………….!!!
    (wong sing coment mau)

    Comment by harbi — December 24, 2007 @ 3:58 am | Reply

  6. iya neh,bosan jg rasane ngaggur…cariin solusi donk!!!!!!!!!!!!!

    Comment by jack — December 21, 2008 @ 1:39 pm | Reply

  7. mank pengangguran di indonesia bikin pusing tujuh keliling….

    Comment by mha — April 14, 2009 @ 5:49 am | Reply

  8. Buat yang belum dapat kerja sabar aj yah…
    mungkin lebih baik jika kita buat lapangan kerja sendiri… misalnya saja seperti dengan membangkitkan segala kemampuan dan kretifitas kita menjadi suatu bidang usaha…
    namun, selain dengan usaha jangan lupa semuanya itu juga tergantung dari sang pencipta.
    maksimal kita sudah berusaha dengan kemampuan kita dan usaha yang sudah kita lakukan…
    semoga ini bermanfaat buat semuanya…
    jangan pernah patah semangat…

    Comment by Wihhh — May 3, 2009 @ 7:49 am | Reply

  9. aha…..gue msie SMU kls 3.moga ntar lulus.amian….
    gmn lok tar gue btuh pkerjaan bwt biayai mua kubutuhan hidup gue n my family kalo saja lap kerja di indo ga muat bwt nmpung pgangguran…saran gue nie….sapaaja yg dah professional dlm mmbgun lap krja yg berkualitas,segera dirikan aja…n jgn lupa kasie low 1 bwt gue kelak…..ocly…

    Comment by chintya .putri — August 4, 2009 @ 12:43 pm | Reply

  10. Kepada temen-temen yang masih nganggur atau belum beruntung mendapat pekerjaan yang cocok atau yang diharapkan, saya punya solusi dimana solusi ini telah saya praktekan sendiri antara lain: jangan pernah merasa gengsi terhadap suatu pekerjaan, tekuni aja apapun kerjanya, lakukan dengan tulus dan iklas untuk pengabdian, mendekatkan diri kepada Allah agar kita cepat ditunjukan ke arah jalan dimana rejki kita berada (soalnya kita kan ga tahu). Insaallah dari jalan yang tak disangka-sangka kalau kita yakin apa yang kita impikan akan tercapai. Telah saya alami sendiri dan hasilnya sekarang saya tak kurang suatu apapun ya jadi PNS ya jadi pengusaha, hanya bermodalkan tulus ikhlas tidak gengsi tapi harus sabar. Ga usah pakai nyogok-nyogokan……. murni . Maju terus…….

    Comment by Randam Hermawan — August 11, 2009 @ 2:24 pm | Reply

  11. ajoh..bahasane ora ngerti..

    yang jelas..perusahaan banyak persyaratan yang kudu di lakonin…da gt ribet pula…….

    ya semoga aje..nanti lu2s kuliah ga jadi penganguran …amin..

    Comment by d'nindys — November 24, 2009 @ 11:39 am | Reply

  12. kumaha sia weh lah

    Comment by sorolock — July 27, 2010 @ 9:51 am | Reply

  13. emang butuh terobosan baru buat memecahkan masalah yang satu ini. solusi wira usaha aja gag cukup, wirausahawan harus punya teori dasar berwira usaha yang baik jadi pemasarannya gag macet juga pengelolaan produknya. Jadi, emang dibutuhkan pelatihan tersendiri buat mereka yang masih nganggur, seperti semacam balai latihan kerja atau apalah itu namanya( tapi emang pelaksanaanya sulit, sih klo pelatihan kyak gini, butuh biaya, tenaga , dan kemauan yang besar baik dari pemateri maupun yang diberi materi)

    Comment by Ocha — September 28, 2010 @ 11:30 am | Reply

  14. smangatttt

    Comment by Adi Ansyah — September 11, 2011 @ 8:32 am | Reply

  15. jangan putus asa buat yg belum dpt kerja.

    Comment by talita mayang sari — July 28, 2012 @ 1:07 am | Reply

  16. kalo kayak gini sih pemerintah (departemen tenaga kerja) harus aktif dalam usaha peningkatan mutu tenaga kerja, misalnya mengadakan BLK yang benar2 berfungsi, namun masyarakat itu sendiri harus aktif juga dengan adanya BLK, sehingga nantinya bisa menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas dan siap pakai di lapangan

    Comment by amaradef — August 15, 2012 @ 7:53 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Get a free blog at WordPress.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: